7 Kesalahan Fatal dalam Bisnis Online yang Wajib Kamu Hindari

Aditya

Kesalahan Fatal dalam Bisnis Online yang Wajib Kamu Hindari

Bisnis online memang menggoda: bisa dikerjakan dari rumah, modal kecil, dan pasarnya luas.

Tapi jangan salah, banyak pebisnis pemula yang justru “tersandung” di awal karena melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari.

Nah, biar kamu nggak ikut-ikutan jatuh ke lubang yang sama, yuk pelajari 7 kesalahan fatal dalam bisnis online yang paling sering terjadi – lengkap dengan solusinya.

1. Salah Memilih Produk

Masalah:

Banyak pemula tertarik ikut-ikutan tren produk tanpa melihat kesesuaian dengan minat pasar jangka panjang, atau bahkan kemampuan mereka sendiri. Akibatnya, produk susah dijual, dan stok menumpuk.

Contoh Nyata:

Menjual serum wajah viral karena booming di TikTok, padahal kamu tidak tahu cara membedakan jenis kulit atau menjawab pertanyaan customer tentang bahan aktif.

Solusi Praktis:

  • Gunakan Google Trends untuk melihat apakah pencarian produk stabil atau hanya musiman.
  • Cek Shopee Insight dan Tokopedia Top Search untuk data produk paling dicari.
  • Prioritaskan produk berulang beli (repeat order) seperti makanan ringan, kebutuhan rumah tangga, atau perawatan harian.
  • Pilih produk yang kamu pahami atau bisa pelajari cepat, agar saat ditanya konsumen, kamu tidak “bisu”.

2. Tidak Melakukan Riset Pasar

Masalah:

Langsung upload jualan tanpa tahu siapa calon pelangganmu, bagaimana kebiasaan mereka belanja, dan seberapa besar permintaannya. Akibatnya, jualan seperti memancing di kolam kosong.

Solusi Praktis:

  • Buat buyer persona lengkap: usia, lokasi, pekerjaan, minat, dan kebiasaan online mereka.
  • Amati kompetitor langsung: lihat cara mereka bikin caption, cara menjawab komen, harga, dan strategi diskon.
  • Pakai tools seperti Ubersuggest, AnswerThePublic, atau Keyword Tool untuk tahu apa yang sedang dicari di niche kamu.
Baca Juga:  5 Strategi Pricing yang Efektif untuk Menggaet Konsumen Tanpa Merugi

3. Pemasaran yang Tidak Efektif

Masalah:

Banyak yang cuma upload foto produk lalu pasrah. Tidak ada strategi, copywriting asal-asalan, dan tidak tahu kapan waktu terbaik untuk posting.

Solusi Praktis:

  • Buat kalender konten mingguan dengan tema yang berbeda (edukasi, testimoni, promo, behind the scenes).
  • Pelajari dasar iklan online (FB/IG Ads, TikTok Ads) dan mulai dari budget kecil.
  • Fokus bangun trust lewat testimoni, video unboxing dari pelanggan, dan konten proses produksi agar pelanggan yakin produkmu real.

4. Terlalu Fokus pada Tampilan, Lupa Kualitas Layanan

Terlalu Fokus pada Tampilan, Lupa Kualitas Layanan

Masalah:

Desain feed Instagram estetis, tapi pengiriman sering terlambat, CS nggak balas, atau barang datang rusak. Ujung-ujungnya, pembeli kecewa dan nggak balik lagi.

Solusi Praktis:

  • Buat SOP pemesanan dan pengiriman, meskipun kamu masih usaha satu orang.
  • Cek stok secara rutin, dan sediakan buffer waktu untuk pengemasan.
  • Gunakan feedback pelanggan sebagai bahan evaluasi mingguan dan tingkatkan layanan dari situ.

5. Tidak Membangun Branding yang Kuat

Masalah:

Produkmu bagus, tapi tidak punya identitas. Pelanggan tidak ingat nama tokomu, dan akhirnya lebih mudah pindah ke penjual lain yang lebih menonjol.

Solusi Praktis:

  • Buat brand story yang relatable: kenapa kamu memulai, apa nilai unik produkmu, dan siapa target utamamu.
  • Gunakan warna, font, dan gaya bahasa yang seragam di semua platform (media sosial, marketplace, kemasan).
  • Tambahkan sentuhan personal seperti thank you card, kemasan lucu, atau promo khusus pelanggan loyal.
Baca Juga:  10 Risiko Tersembunyi dalam Bisnis Online yang Jarang Disadari Pemilik Usaha

6. Tidak Mengelola Keuangan dengan Baik

Masalah:

Pemasukan dan pengeluaran campur aduk, sehingga kamu merasa bisnis untung padahal sebenarnya keuangan bocor di mana-mana.

Solusi Praktis:

  • Buka rekening bisnis terpisah dari rekening pribadi.
  • Gunakan aplikasi pencatatan seperti BukuKas, Jurnal, QuickBooks, Moota, atau Google Spreadsheet.
  • Lakukan rekap mingguan untuk tahu cash flow dan profit bersih. Jangan tunggu akhir bulan baru sadar “kok uang habis semua?”

7. Tidak Sabar dan Gampang Menyerah

Masalah:

Baru seminggu jalan, belum ada penjualan, langsung putus asa. Padahal semua butuh proses: mulai dari dikenal (awareness), dipercaya (trust), baru dibeli (conversion).

Solusi Praktis:

  • Fokus di proses membangun audiens dulu, jangan cuma kejar closing.
  • Belajar baca insight dan metrik konten atau iklan: mana yang banyak interaksi, mana yang di-skip.
  • Uji berbagai pendekatan: caption berbeda, angle foto/video, jam posting, atau bonus menarik.

Bisnis online memang menjanjikan, tapi tetap butuh kerja cerdas. Hindari kesalahan di atas dengan bekal ilmu, riset, dan mindset yang tepat.

Ingat, bukan yang paling cepat yang menang – tapi yang paling konsisten dan siap belajar terus.

Semoga kamu jadi pebisnis online yang bukan hanya viral, tapi juga bertahan dan berkembang!

Rekomendasi

Bagikan: